Home Nasional Otonomi Politik Ekonomi Hukrim Sport LifeStyle Metropolis Pendidikan Internasional Indeks
 
Tak Terima Disebut Matarumah Tempelan Warga Serbu Kantor Camat Seram Utara Barat
Senin, 20-06-2022 - 21:30:55 WIB
TERKAIT:
   
 

GardaTerkini.com, Maluku - Puluhan Warga yang berasal dari Matarumah Parentah Salaputa Wimba Latu menyerbu Kantor Camat Pasanea Kecamatan Seram utara Barat Kabupaten Maluku Tengah, Senin (20/6/22).

Aksi yang di lakukan warga Matarumah Parentah itu merupakan aksi damai untuk manyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka karena mereka gerah dengan pembicaraan yang berkembang di masyarakat maupun media-media sosial  yang dinilai telah melukai serta menyinggung perasaan mereka.

Pada kesempatan yang sama, dalam aksi itu mereka juga menuntut kepada Pihak Pemerintahan Kecamatan Pasanea agar menolak dengan tegas  Calon Raja atau Kepala Pemerintahan Negeri yang telah di usulkan secara sepihak oleh beberapa Oknum Badan saniri Negeri Pasanea beberapa waktu lalu karena mereka menilai bahwa pengusulan itu cacat prosedur dan cacat hukum karena tanpa melalui musyawarah penetapan mata rumah Keturunan yang sah di Negeri Pasanea.

hal itu menurut mereka tidak sesuai dengan peraturan Daerah Kabupaten Maluku Tengah Nomor 03 Tahun 2006 tentang tata cara pencalonan, pemilihan dan pelantikan Kepala Pemerintah, dimana dalam pasal 3 point 1 di tegaskan bahwa jabatan Kepala Pemerintah Negeri merupakan hak dari mata rumah  atau keturunan tertentu untuk menentukan berdasarkan musyawarah mata rumah atau keturunan, sementara pada point ke 2 bahwa pada Negeri-Negeri  di mana sesuai adat istiadat dan hukum adat setempat mata Rumah atau keturunan tunggal, maka hasil musyawarah matarumah atau keturunan di sampaikan kepada Saniri Negeri untuk di tetapkan sebagai Kepala Pemerintah Negeri.

Selain itu pula mereka menuntut Kepada Pihak Pemerintahan Kecamatan agar Calon Raja atau Kepala Pemerintah Negeri Pasanea agar bisa di usulkan kepada Bupati Maluku Tengah setelah di adakan Musyawarah penetapan matarumah Keturunan yang sah di Negeri Pasanea, karena menurut mereka selama ini belum pernah di adakan musyawarah penetapan Matarumah Parentah atau keturunan yang sah di Negeri Pasanea dan belum di tetapkan dalam sebuah peraturan Negeri.

"Kami meminta Kepada Camat Seram utara Barat untuk menyurati Badan Saniri Negeri Pasanea untuk segera melaksanakan Musyawarah penetapan Matarumah parentah atau keturunan di Negeri Pasanea dan ditetapkan dalam sebuah peraturan Negeri,"ujar salah satu perwakilan matarumah Parentah.

Mereka menegaskan apabila Pihak Pemerintah tidak mempertimbangkan serta tidak menindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan mereka maka mereka akan memboikot kantor camat Seram utara Barat.

Ditempat terpisah, Kepala Kecamatan Seram Utara Barat Ahmad Ohorella mengatakan bahwa, ada proses-proses yang menjadi pertimbangan kemudian ada penolakan juga dari Matarumah Salaputa Wimba latu sehingga berkas mereka kami tolak atau di kembalikan dengan catatan harus membuat rapat Negeri, dari proses pengembalian berkas itu lalu timbul lah pemberitaan di media online yang terakhir sampai sudah menyinggung marga dengan sebutan tempel dan asli dari situlah Wimba latu sebagai salah satu Matarumah Parentah mereka merasa gerah atas tuduhan asli dan tempel sehingga mereka melakukan aksi damai dengan catatan mereka meminta kepada kami untuk mengambil langkah kepada saniri Negeri dan pejabat agar segera melaksanakan rapat Negeri untuk  mendudukan Matarumah Parentah karena mereka menilai bahwa selama ini belum pernah di laksanakan rapat Negeri untuk persoalan itu sesuai dengan adat istiadat yang ada di Negeri.

"Aksi yang di lakukan tadi merupakan aksi damai untuk menindaklanjuti aspirasi mereka karena menurut mereka bahwa proses-proses Kepala Pemerintah Negeri ini mereka sebagai Matarumah yang sebenarnya tidak pernah diberitahukan dan dilakukan sepihak,"pungkasnya.

dikatakan Camat, dirinya juga tidak menginginkan proses Pemilihan Kepala Pemerintahan Negeri atau Raja di Kecamatan ini sama dengan proses dikecamatan-Kecamatan yang lain yang mana dengan memaksakan kehendak lalu pada akhirnya membuat Negeri-negeri menjadi kacau.

dia menegaskan, tidak ada kepentingan kepentingan seperti apa yang sudah di sampaikan ke media sosial maupun yang telah berkembang di kalangan masyarakat bahwa ini kepentingan politik, Namun proses-proses ini sesungguhnya dari Negeri adat istiadat di tempat bukan karena kepentingan politik siapapun namun proses ini proses adat dan di kembalikan ke adat istiadat.

"jadi tidak ada wacana terkait pemerintahan kecamatan maupun kabupaten sengaja memainkan Proses Kepala Pemerintahan Pasanea karena ada kepentingan politik," tutupnya.(G-02)




 
Berita Lainnya :
  • Dalam Rangka Memperingati Hut AMPI KE 44 Rayon AMPI Kecamatan Sei Rampah Mengadakan Acara
  • Oknum Wartawan di Aniaya Tetangganya, ketua SWI Sergai Minta Polisi Segera Tangkap Pelakunya 
  • Samsul Curi Becak Barang Terekam CCTV di Ciduk Satreskrim Polres Tanjungbalai
  • Polres Tanjungbalai Grebek Kampung Narkoba (GKN) di Wilayah Hukum Polres Tanjungbalai
  • Waka Polres Tanjungbalai Laksanakan Sholat Subuh Berjamaah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
    + Indeks Berita +
    01 Dalam Rangka Memperingati Hut AMPI KE 44 Rayon AMPI Kecamatan Sei Rampah Mengadakan Acara
    02 Oknum Wartawan di Aniaya Tetangganya, ketua SWI Sergai Minta Polisi Segera Tangkap Pelakunya 
    03 Samsul Curi Becak Barang Terekam CCTV di Ciduk Satreskrim Polres Tanjungbalai
    04 Polres Tanjungbalai Grebek Kampung Narkoba (GKN) di Wilayah Hukum Polres Tanjungbalai
    05 Waka Polres Tanjungbalai Laksanakan Sholat Subuh Berjamaah
    06 Satpolair Polres Tanjungbalai Hentikan Kapal Nelayan Tanpa Nama Guna Pemeriksaan
    07 Diduga TK Tak Beroperasi, Terima Dana BOP dari Dinas Pendidikan Sergai
    08 Di Hari Bhayangkara Ke-76, Dipimpin Kapolri, Polres Rohul Gelar Doa Bersama Lintas Agama Secara Virt
    09 Kapolda Riau Irjen Iqbal : Tingkatkan Kompetensi Kinerja & Akhlak, Pimpin Kenaikan Pangkat Personel
    10 Akui Salah, Jufrizen Minta Maaf Telah Lecehkan Profesi Wartawan Anggota PW MOI
    11 Berkendaraan Harus Pakai Helm SNI Satlantas Polres Tanjungbalai Himbau Secara Rutin
    12 Polres Tanjungbalai Laksanakan Upacara Korps Raport Kenaikan Setingkat
    13 Demi Beribadah Sholat Jum'at Satlantas Polres Tanjungbalai Laksanakan Gatur Lalin di Masjid
    14 Suprise HUT Bhayangkara ke 76, Kompi B/C Batalyon 122/TS Bawa Kue Tart Ucapkan Pada Polres Sergai
    15 Cegah Terjadinya Pelanggaran Lalin Personil Polres Tanjungbalai Laksanakan Penjagaan
    16 Personil Satpolair Polres Tanjungbalai Hentikan Kapal Tanpa Nama Guna Pemeriksaan
    17 Program Sertifikat TORA Yang di Program Pemerintah Pusat, Serahkan Pihak BPN, Dengan Cara Simbolis
    18 PDI Perjuangan Tanjung Balai Beri Hadiah Pemenang Lomba Pidato Dan Senam SICITA
    19 Wali Kota Tanjungbalai Buka Seminar Keperempuanan IPPNU
    20 Polres Serdang Bedagai Gelar Rakor Terkait Pemasangan Palang Pintu Perlintasan Kereta Api
    21 Kasus Pupuk Subsidi Menjadi Polemik Dengan Harga Selangit Petani Menjerit
    22 Pemda Malteng Lepas 63 Orang CJH
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © GardaTerkini.com | Media Online | Bertindak demi Kebenaran